Jumat, 04 Desember 2009

enemy or friends 'lawan atau kawan'

realitas kehidupan yang tidak bisa di ganggu,
siapa teman dan siapa yang hanya pura-pura menjadi teman, dan bagaimana mereka akan menghancurkanmu !!
perbedaan yang tipis antara lawan dan kawan, kau bahkan akan menjadi lawan terberat untuk kawanmu dan kawanmu adalah lawan tersadis untukmu !! semakin dewasa maka semakin berat untuk mempercayai orang yang ada disekitarmu, bukan maksudnya untuk tidak boleh memiliki teman baik, tetapi selektiflah untuk berteman.Ini bukan pilih-pilih teman ! tapi prioritas pertemanan
saya kutip dari status teman saya:
When you're up, your friends know who you are.. when you're down, you know WHO your friends are
dan saya rasa saya cukup tertegun saat membaca ini, benar sekali saat saya membaca itu saya dalam keadaan yang tidak baik hubungannya dengan beberapa teman saya, dan saya merasa mereka terlalu sering menusuk saya dari belakang. dan apakah kamu akan diam saja dibawah tekanan hidupmu ?? lakukan terobosan !! apakah hidupmu hanya akan dijadikan sandungan, apakah kau ingin sesuatu yang lebih baik terjadi?? keberanian untuk keluar dari masalah, saya rasa itu hal terpenting
bayangkan saja bahkan seekor "keledai" dungu tidak akan masuk kedalam lubang yang sama dua kali, masakan saya harus lebih bodoh ?? TIDAK!! kemutlakan adalah menunjukkan kreatifitas untuk berkarya, sudahlah jangan pernah menanggapi mereka dengan omongan pembenaran, karena sudah pasti sia-sia, maka lakukanlah tindakan yang membuat mereka terdiam !!
"KAU TIDAK AKAN BISA MEMBUAT ORANG BERHENTI MENGKRITIKMU, TETAPI KAU BISA MEMBUAT MEREKA MERASA BODOH DENGAN KRITIKAN MEREKA " dan bangkitlah untuk tersenyum !!

Kamis, 22 Oktober 2009

10 Tip Meraih Hubungan yang Sehat - lifestyle.okezone.com

10 Tip Meraih Hubungan yang Sehat - lifestyle.okezone.com

Kembali Mengalir atau Tetap Kering

Suara- suara itu bagaimana mungkin begitu jelas terdengar. Bukan kah waktu telah berlalu cukup panjang untuk melupakannya ? bukankah tempat ini sudah kering karna tak ada aliran lagi? apakah itu hanya semacam ingatan- ingatan buruk yang akan terus menguasai pikiran ku seakan ada yang mengisi tapi sebenarnya hanyalah kepalsuan seperti yang sudah- sudah.

Bagaimana mungkin aku harus tetap membuat seribu alasan palsu untuk mengulang-ulang semua. mengapa kenangan-kenangan itu masih saja tetap ada dibenakku seakan terus mengalir.Bukankah dia tidak lagi bagian dari ceritaku. Apa ini? Sepertinya ini pernah terjadi tapi aku hamper lupa kapan terjadi, ada apa gerangan.

Semakin keras aku menutup telingaku mengapa suara ini makin jelas saja. Beberapa waktu berlau dengan keadaan yang sama aku serasa mendapat pemberitahuan. Bukan ini bukan kenangan buruk tapi ini adalah awal masa depan sesuatu yang baru akan dimulai.

Perntyataan apalagi ini, dari mana semua ini berasal dan akhirnya aku menyadari cerita baru dimulai semua berawal dari orang yang aku temui dibulan agustus lalu, apakah mungkin terjadi lagi, sepertinya ada sesuatu yang ditambal, dan ada sesuatu yang mulai mengalir untuk membasahi sesuatu yang hampir kering. Aku merasakan sebuah keistimewaan saat ini, ternyata itu adalah suara dari jiwa dia ingin membuka pintu untuk menerima sesuatu masuk dan membasahi wadah kering itu.apakah aku harus membiarkan pintu itu terbuka. Bagaimana bila nanti terulang lagi kejadian itu, saat aku mebuka pintu, dan saat aku menikmati betapa sejuknya bila ada yang mengalir dalam jiwa dan menikmati saat-saat itu tiba-tiba panas datang dan menguapkannya sehingga kering lagi.

Aku sudah terbiasa dengan kekeringan, bagaimana mungkin saat ada yang mengalir aku membiasakan diri lagi dan pada akhirnya esok hal sama terulang , aku mengulang lagi berusaha beradaptasi dengan kekeringan.Apakah mereka tau lebih mudah beradaptasi dengan sesuatu yang mengalir dari pada aku harus beradaptasi ulang dengan kekeringan.

Apa yang harus aku lakukan. Apakah harus aku lalui semua hal ini, apakah aku boleh menghindar dan meninggalkan aliran begitu saja. Tapi kalau aku menghindar harus sampai kapan. Mungkin saat aku tidak takut lagi untuk beradaptasi.

Bukan, ini bukan masalah adaptasi atau moment yang tepat, tapi apakah aku cukup berani untuk mengulang sesuatu hal yang baru lagi, apakah aku berani untuk mencoba, mungkin hanya waktu yang menjawab, dan bila waktu itu datang untuk menjawab akankah aku harus mencobanya,

NB: i'll try!!